JAKARTA — Kabar bahagia datang dari dunia kreator konten tanah air. Yuka Theo, salah satu anggota AAA Clan dan kelompok lari Marapthon, resmi melamar sang kekasih, Michelle Christo. Alih-alih menyewa restoran mewah berbintang atau tempat yang instagramable, momen sakral ini justru dilakukan secara bersahaja di sebuah warung tenda pecel lele pinggir jalan.
Momen unik nan menyentuh tersebut seketika menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah videonya diunggah ke publik. Pasangan ini terlihat sedang menikmati makan malam biasa dengan menu ayam goreng, sambal pedas, lalapan, hingga nasi uduk.
Pertanyaan Mendalam Sebelum Cincin Dikeluarkan
Suasana berubah haru ketika Yuka tiba-tiba menyampaikan pesan serius di tengah sesi makan mereka. Sebelum mengeluarkan kotak cincin, kreator berusia 26 tahun tersebut terlebih dahulu melempar pertanyaan kepada Mantan personil JKT48 ini mengenai kesiapannya untuk terus bersama di masa depan.
"Yuka bertanya apakah Michelle siap terus bersamanya, bahkan di saat kehidupan sedang berada di titik paling bawah," tulis narasi momen tersebut sebagaimana dikutip dari laporan [IDN Times Hype]
Mendengar ketulusan itu, Michelle menerima lamaran Yuka dengan mata berkaca-kaca. Yuka kemudian langsung menyematkan cincin lamaran di jari manis sang kekasih yang saat itu kondisinya masih berminyak karena baru saja makan. Melalui akun media sosialnya, Yuka bahkan sempat menuliskan candaan bahwa "minyak dan kol goreng" malam itu telah sah menjadi saksi bisu komitmen cinta mereka berdua.
Banjir Pujian dan Ucapan Selamat dari Warganet
Kesederhanaan yang ditampilkan oleh pasangan ini menuai banyak reaksi positif dari netizen dan rekan sesama kreator konten. Banyak warganet mengaku terenyuh melihat esensi lamaran yang tulus tanpa perlu dibalut kemewahan materi. Dokumentasi foto yang memperlihatkan jari manis Michelle melingkar cincin emas berlatar spanduk khas warung kaki lima pun banjir oleh ucapan selamat.
Aksi lamaran anti-mainstream Yuka Theo ini seolah membuktikan bahwa ketulusan komitmen tidak diukur dari seberapa mahal tempat perayaannya, melainkan kesiapan kedua belah pihak untuk saling menemani dalam setiap kondisi.

0 Komentar