Drama Budapest: Gagalkan Penalti Arsenal, PSG Raih Juara Back-to-Back Liga Champions!

BUDAPEST — Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan takhta tertinggi sepak bola Eropa setelah mengalahkan Arsenal lewat drama adu penalti dengan skor 4-3 (imbang 1-1 hingga extra time) pada laga final Liga Champions 2025/2026 yang berlangsung di Puskás Aréna, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. Bek tangguh Arsenal, Gabriel Magalhães, menjadi sorotan tragis setelah eksekusinya yang melambung tinggi memastikan trofi "Si Kuping Besar" kembali terbang ke Paris.

Pertandingan berjalan sangat intens sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit asal Jerman, Daniel Siebert. Arsenal yang mengusung misi meraih trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub langsung menyengat di awal laga. Baru berjalan enam menit, penyerang Arsenal Kai Havertz sukses membuka keunggulan memanfaatkan kemelut di lini belakang PSG, mengubah skor menjadi 1-0.

Tertinggal satu gol, anak asuh Luis Enrique meningkatkan agresivitas serangan di babak kedua. Gelombang serangan Les Parisiens akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Penetrasi kilat Khvicha Kvaratskhelia di kotak terlarang dihentikan secara paksa oleh bek Arsenal, Cristhian Mosquera, sehingga wasit langsung menunjuk titik putih. Ousmane Dembélé yang maju sebagai eksekutor dengan tenang mengecoh David Raya untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Skor imbang bertahan hingga 90 menit waktu normal usai, memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Berdasarkan statistik resmi dari ESPN, PSG sebenarnya tampil sangat dominan dengan melepaskan 21 tembakan berbanding 7 milik Arsenal. Namun, solidnya lini pertahanan The Gunners yang dikomandoi William Saliba membuat skor tetap tidak berubah hingga 120 menit selesai.

Tragedi Gabriel Magalhães di Babak Tos-tosan

Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui babak adu penalti. Ketegangan memuncak saat penendang kedua Arsenal, Eberechi Eze, gagal mencetak gol lantaran bola meleset melebar. Di sisi lain, penendang keempat PSG, Nuno Mendes, juga gagal setelah tembakannya ditepis dengan gemilang oleh David Raya, membuat kedudukan penalti menjadi imbang 3-3 setelah Achraf Hakimi mencetak gol.

Drama sesungguhnya terjadi pada penendang kelima Arsenal. Gabriel Magalhães melangkah maju dengan beban berat di pundaknya. Mengambil ancang-ancang, bek asal Brasil tersebut melepaskan sepakan kaki kiri yang sangat keras, namun bola justru melambung jauh di atas mistar gawang. Kegagalan fatal tersebut langsung menyegel kemenangan 4-3 untuk PSG tanpa perlu melakukan tendangan kelima mereka.

Pasca-kegagalan tersebut, tangis Gabriel pecah di tengah lapangan. Sebuah momen emosional terekam kamera saat kapten PSG yang juga rekan senegaranya, Marquinhos, langsung berlari memeluk dan menghibur Gabriel yang sedang terpukul.

Gelandang PSG, Vitinha, dinobatkan sebagai Player of the Match atas performa luar biasanya dalam mengatur ritme permainan sepanjang laga. Berkat hasil ini, PSG menorehkan sejarah besar dengan menjadi tim kedua di era modern yang sukses meraih gelar juara Liga Champions secara back-to-back. Sementara bagi skuad asuhan Mikel Arteta, kekalahan menyakitkan ini memperpanjang puasa gelar Eropa mereka sekaligus mengulangi memori kelam final 2006 silam.

Posting Komentar

0 Komentar