
AUSTIN – Legenda MotoGP, Andrea Dovizioso, memberikan pernyataan mengejutkan terkait performa Marc Marquez di GP Amerika 2026. Menurut "DesmoDovi", sang juara bertahan saat ini sedang menyembunyikan kondisi fisik yang sebenarnya jauh dari kata fit 100%.
Setelah gagal meraih podium di Circuit of The Americas (COTA)—lintasan yang biasanya menjadi "taman bermain" bagi Marquez—spekulasi mengenai kondisi fisiknya mulai mencuat. Dovizioso meyakini bahwa masalah yang dihadapi Marquez lebih serius daripada yang disampaikan ke media.
Dampak Panjang Insiden Mandalika 2025:
Dalam wawancara eksklusif dengan Moto.it, Dovizioso menyoroti bahwa Marquez masih membawa "beban" dari cedera bahu kanan yang didapatnya pada GP Indonesia tahun lalu setelah terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi.
"Marc bukan tipe pembalap yang suka mencari alasan atau mengeluh di depan kamera. Namun, jika Anda melihat caranya mengendalikan motor di tikungan kiri COTA akhir pekan ini, terlihat ada sesuatu yang hilang," ujar Dovizioso.
"Marc bukan tipe pembalap yang suka mencari alasan atau mengeluh di depan kamera. Namun, jika Anda melihat caranya mengendalikan motor di tikungan kiri COTA akhir pekan ini, terlihat ada sesuatu yang hilang," ujar Dovizioso.
Dovizioso menambahkan bahwa meskipun Marquez berhasil mengamankan gelar juara di musim 2025, hal itu dilakukan dengan memaksakan batas fisik yang luar biasa. Memasuki musim 2026, kelemahan tersebut mulai terlihat nyata saat menghadapi tekanan dari pembalap muda yang lebih bugar.
Analisis Performa di COTA:
Kegagalan Marc untuk menembus tiga besar di trek favoritnya menjadi indikator kuat bagi Dovizioso. Ia menilai Marc kesulitan mengimbangi akselerasi Marco Bezzecchi dan Jorge Martin bukan hanya karena faktor motor Ducati-nya, melainkan keterbatasan daya tahan tubuh untuk melakukan push sepanjang balapan penuh.
Pengakuan Marc Marquez: "Saya Tersesat":
Senada dengan pengamatan Dovizioso, Marc Marquez sendiri mengakui adanya kesulitan pasca balapan. "Saya merasa sedikit tersesat dengan posisi alami saya di atas motor. Ini bukan masalah motornya, tapi saya yang harus menemukan kembali cara berkendara yang efisien tanpa membebani tubuh terlalu besar," ungkap Marc secara diplomatis.
Menatap Seri Jerez:
MotoGP kini akan memasuki jeda empat pekan sebelum seri berikutnya di Jerez, Spanyol. Waktu ini dianggap krusial bagi Marquez untuk melakukan pemulihan intensif. Namun, Dovizioso tetap bersikap skeptis.
"Empat minggu mungkin cukup untuk istirahat, tapi untuk memulihkan kerusakan struktural pada bahu yang sudah berkali-kali cedera? Itu cerita lain. Kita akan melihat wajah asli persaingan gelar tahun ini di seri-seri Eropa mendatang," tutup Dovizioso.
Penulis: Admin
0 Komentar