Misa Paskah 2026 di Gereja Katedral Jakarta: Membawa Pesan Pertobatan untuk Merawat Bumi


Source (YouTube): Sindonews

JAKARTA – Ribuan umat Kristiani merayakan puncak Pekan Suci dalam Misa Minggu Paskah di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, pada Minggu (5/4/2026). Perayaan yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus ini berlangsung dengan khidmat di bawah penjagaan ketat aparat keamanan gabungan.
Tahun ini, Keuskupan Agung Jakarta mengusung tema Paskah yang sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini, yakni "Pertobatan untuk Merawat Bumi Bersama."

Tiga Sesi Ibadah Secara Hybrid:
Ibadah Misa Paskah di Katedral Jakarta dibagi menjadi tiga sesi untuk mengakomodasi antusiasme jemaat yang hadir, baik secara langsung maupun melalui platform digital.
• Misa Pontifikal (08:30 WIB): Menjadi pembuka rangkaian misa di pagi hari.
• Misa Keluarga (11:00 WIB): Dihadiri oleh banyak orang tua dan anak-anak.
• Misa Umum (17:00 WIB): Dipimpin oleh Romo Makarius Maharsono Probo, yang sekaligus menjadi penutup rangkaian ibadah Paskah di hari tersebut.
Pihak gereja tetap menerapkan sistem hybrid, di mana umat yang tidak dapat hadir ke lokasi dapat mengikuti seluruh prosesi secara daring (online) dengan kualitas yang tetap terjaga.

Fokus pada Pertobatan Ekologis:
Tema "Merawat Bumi" yang diangkat tahun ini bukan tanpa alasan. Dalam pesan yang disampaikan, Paskah 2026 menekankan pada pentingnya pertobatan ekologis. Hal ini berangkat dari keprihatinan atas banyaknya bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Umat diajak untuk memaknai kebangkitan Kristus sebagai momentum untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih peduli terhadap alam ciptaan. Paskah disimbolkan sebagai "eksodus" atau perjalanan keluar dari kegelapan menuju terang, yang dalam konteks saat ini berarti keluar dari sikap abai terhadap lingkungan menuju kepedulian yang nyata.

Keamanan dan Kelancaran Arus Ibadah:
Pantauan di lokasi menunjukkan penjagaan ketat dari personel gabungan TNI dan Polri di sejumlah titik strategis sekitar gereja. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan umat selama beribadah.
Meski terjadi lonjakan jumlah jemaat, arus masuk dan keluar gereja terpantau tertib. Selain di area gereja, kepadatan juga terlihat di sarana transportasi publik seperti Stasiun Pasar Senen, seiring dengan masa libur panjang Paskah yang dimanfaatkan warga untuk pulang kampung atau berwisata.

Melalui perayaan Paskah 2026 ini, diharapkan semangat kebangkitan dapat membawa harapan baru bagi kedamaian di berbagai wilayah konflik dan menjadi awal bagi setiap individu untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta lebih mencintai bumi.

Editor: F721CH
Penulis: Admin

Posting Komentar

0 Komentar