Berikut adalah laporan lengkap jalannya akhir pekan bersejarah di Donington Park:
Race 1: Patahnya Dominasi dan Kemenangan untuk Sang Bayi
Balapan pertama (Race 1) menyajikan duel klasik yang menegangkan hingga putaran terakhir. Lecuona, yang telah melewati 140 balapan tanpa kemenangan dan sempat frustrasi karena sering kali finis di posisi kedua, tampil kesetanan demi menahan gempuran Bulega.
Memasuki lap-lap akhir, jarak kedua pembalap menipis hingga hanya 0,1 detik. Namun, Lecuona berhasil mempertahankan posisinya hingga bendera kotak-kotak dikibarkan. Kemenangan ini terasa sangat emosional karena bertepatan dengan momen dirinya baru saja resmi menjadi seorang ayah.
"Kemenangan ini sepenuhnya untuk bayiku, Luna. Semua orang bilang ketika Anda memiliki anak, Anda akan melaju satu detik lebih lambat. Tapi saya justru melaju lebih cepat! Saya berteriak kegirangan di dalam helm seperti anak kecil," ungkap Lecuona dengan mata berkaca-kaca seusai balapan.
Respons Berkelas Bulega dan Kebangkitan di Superpole Race
Patahnya rekor fantastis 25 kemenangan beruntun tidak membuat Nicolo Bulega berkecil hati. Pembalap andalan Aruba.it Racing Ducati ini justru menunjukkan sportivitas tinggi dan memuji pencapaian Lecuona yang dinilainya sangat layak setelah melewati tahun-tahun sulit.
Bulega pun langsung membuktikan mental juaranya pada Tissot Superpole Race. Memimpin sejak lap pembuka, ia tampil tanpa celah dan sukses mengamankan kemenangan pertamanya di tanah Inggris.
"Sejujurnya, hasil ini tidak mengubah apa pun. Saya selalu mencoba bertarung untuk menang. Saya sudah melakukannya 25 kali berturut-turut, jadi jika sekali waktu saya finis kedua, itu bukanlah sesuatu yang dramatis," ujar Bulega dengan santai.
Ducati Kunci Gelar Juara Dunia Konstruktor 2026
Puncak dominasi pabrikan Italia tersebut terjadi pada Race 2. Lewat performa dominan yang berujung pada finis 1-2, Ducati resmi mengunci gelar Juara Dunia Konstruktor WorldSBK 2026.
Selain persaingan sengit di lintasan, seri Donington Park kali ini juga diselimuti suasana haru. Paddock WorldSBK sempat melakukan aksi hening cipta dan tepuk tangan selama satu menit di pit lane untuk menghormati mendiang Mark Van Der Straten (pemilik Marc VDS) yang wafat satu minggu sebelum pekan balapan dimulai.
Komentar Sang Legenda
Legenda hidup WorldSBK, Jonathan Rea, turut memberikan pandangannya mengenai peta persaingan musim ini setelah menyaksikan rangkaian balapan dari dekat.
"Melihat apa yang dilakukan Bulega dalam periode enam bulan ini sungguh luar biasa. Namun, melihat ke belakang saat kami mendominasi selama enam tahun, itu hal yang gila. Statistik tidak pernah bohong. Seseorang pasti akan memecahkan rekor saya suatu hari nanti dan menjadi 'GOAT' (Greatest of All Time) yang baru di Superbike," pungkas Rea.

0 Komentar