BALATON PARK – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tidak dapat menyembunyikan kemarahan dan kekecewaannya setelah balapan utama MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park berakhir tragis bagi timnya. Rivola secara terbuka melayangkan kritik keras dan menyalahkan pembalap utamanya, Jorge Martin, atas insiden tabrakan beruntun di Tikungan 1 yang menghancurkan balapan Aprilia.
Hanya berselang sepekan setelah merayakan euforia kesuksesan besar di balapan kandang mereka di Mugello, Aprilia harus menelan pil pahit. Rivola menggambarkan hasil di Hungaria sebagai "titik terendah yang penuh keputusasaan" bagi pabrikan asal Noale, Italia tersebut.
"Black Sunday" di Tikungan 1
Petaka bermula sesaat setelah lampu hijau menyala. Jorge Martin, yang mengendarai Aprilia RS-GP, kehilangan kendali di zona pengereman keras menuju Tikungan 1. Imbasnya, juara dunia bertahan MotoGP 2024 itu meluncur tak terkendali dan langsung menghantam rekan setimnya sendiri, Marco Bezzecchi.
Efek domino dari kecerobohan tersebut menciptakan tabrakan berantai yang sangat masif. Insiden ini total menyapu bersih lima pembalap dari lintasan dan memaksa mereka gagal finis (Did Not Finish/DNF). Selain Martin dan Bezzecchi, tiga pembalap lain yang ikut menjadi korban adalah Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP), Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing), dan Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46).
Kritik Menohok Massimo Rivola
Berbicara kepada media seusai balapan, Massimo Rivola sama sekali tidak mencari alasan pembenaran untuk membela pembalapnya. Dengan nada tegas, ia langsung menunjuk Martin sebagai satu-satunya pemicu kekacauan tersebut.
"Ini adalah kesalahan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang Juara Dunia," ujar Massimo Rivola dengan kecewa.
Menurut Rivola, sebagai pembalap dengan status juara bertahan, Martin dituntut untuk memiliki kematangan berpikir dan kalkulasi yang matang, terutama saat menghadapi situasi krusial dan padat di tikungan pertama setelah start.
Sanksi Berat Menanti Jorge Martin
Kecerobohan Martin di Balaton Park tidak hanya memicu kemarahan internal tim, tetapi juga mengundang tindakan tegas dari pihak regulator balapan. Setelah melakukan investigasi pasca-balapan, FIM MotoGP Steward resmi menjatuhkan hukuman berat kepada pembalap asal Spanyol tersebut.
Jorge Martin dijatuhi sanksi Double Long Lap Penalty. Hukuman ini wajib dijalankan Martin pada seri balap berikutnya yang akan digelar di Sirkuit Brno, Republik Ceko. Sanksi ini dipastikan akan mempersulit langkah Martin dalam upaya mempertahankan gelar juara dunianya musim ini.

0 Komentar