BOGOR – Bagi warga Jakarta, Bogor selalu menjadi pelarian favorit untuk sejenak menghirup udara segar. Namun, siapa sangka konten kreator Grace Guraisu, yang telah menetap di ibu kota selama lebih dari 20 tahun, justru baru pertama kali menginjakkan kaki di dalam kawasan ikonik Kebun Raya Bogor.
Dalam unggahan vlog terbarunya, Grace membagikan pengalaman seru nan estetik saat melakukan solo trip (yang berakhir ditemani kru) untuk mengeksplorasi sudut-sudut tersembunyi di Kota Hujan tersebut.
Pemanasan Kuliner: "War" Bubur Sumsum di Rumah Nona
Perjalanan dimulai dengan misi kuliner. Grace menyambangi Rumah Nona, sebuah titik sarapan populer di Tanah Sareal. Sayangnya, karena datang terlalu siang, menu andalan mereka, bubur sumsum, sudah ludes terjual.
"Pelajaran buat yang mau ke sini, harus datang pagi banget kalau nggak mau kehabisan," ujar Grace dalam videonya.
Meski gagal menyantap bubur, Grace memberikan jempol untuk menu Misoa-nya yang ia beri rating 8.5/10. Menurutnya, kuah kaldu yang gurih dan daging sapi cincang yang melimpah menjadikannya comfort food yang sempurna sebelum memulai petualangan fisik di Kebun Raya.
"Kuah kaldunya itu bold banget, berasa, dan agak kental, bukan cuma kuah bening biasa. Ini bener-bener comfort food, apalagi kalau lagi nggak enak badan," komentar Grace setelah menyeruput kuah pertamanya.
Seni di Tengah Alam: Dari Oshibana hingga Taman Begonia
Memasuki Kebun Raya Bogor, Grace tidak hanya sekadar jalan-jalan. Ia menemukan sisi kreatif lewat workshop Oshibana—seni Jepang merangkai bunga dan daun kering. Di bawah rimbunnya pohon, Grace merangkai bunga kering menjadi siluet peri yang estetik.
Setelah asyik berkreasi, perjalanan berlanjut ke Taman Begonia. Di sini, ia mengeksplorasi berbagai jenis tanaman Begonia yang ternyata bukan sekadar hiasan, melainkan juga memiliki fungsi sebagai tanaman obat tradisional untuk luka hingga demam.
Nostalgia Sejarah di Danau Gunting
Salah satu highlight dari perjalanannya adalah saat Grace menaiki perahu menyusuri Danau Gunting. Dari tengah danau, ia disuguhi pemandangan megah sisi belakang Istana Kepresidenan Bogor.
Ada beberapa fakta menarik yang terungkap dalam tur ini:
- Asal-usul Rusa: Rusa-rusa di Istana Bogor ternyata bermula dari hanya 3 pasang yang dibawa oleh Thomas Stanford Raffles sebagai hadiah untuk istrinya.
- Mitos Jembatan Merah: Grace sempat menyinggung mitos jembatan merah yang konon bisa membuat pasangan putus, meski kini jembatan tersebut ditutup demi alasan keamanan struktur.
Penutup yang Hangat di Bumi Boja
Lelah berkeliling area seluas 87 hektar, Grace menutup harinya di Bumi Semboja, sebuah restoran dengan konsep rumah tua yang sangat homey.
Menu Rawon Daging menjadi juara di sini dengan rating hampir sempurna, 9/10.
"Rempahnya berasa banget, jarang nemu rawon yang se-kaya ini rasanya," ungkapnya. Tak lupa, ia mencicipi Ubi Brulee sebagai pencuci mulut yang manis dan creamy, menutup perjalanan Bogor-nya dengan kesan yang manis.
Tips Liburan ala Grace Guraisu ke Kebun Raya:
- Hindari Weekend: Jika ingin mencoba semua fasilitas seperti skuter atau shuttle, datanglah di hari kerja agar tidak terjebak antrean panjang.
- Siapkan Fisik: Area Kebun Raya sangat luas, pastikan memakai sepatu yang nyaman.
- Coba Aktivitas Baru: Jangan hanya jalan-jalan, cobalah workshop atau tur perahu untuk pengalaman yang lebih mendalam.
Perjalanan Grace Guraisu ini membuktikan bahwa tempat yang terasa "biasa" bagi banyak orang, selalu punya cerita baru jika kita mau mengeksplorasi lebih dalam. Jadi, kapan terakhir kali kamu ke Kebun Raya?

0 Komentar