Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Motif Balas Dendam Terungkap

Source: Tribunnews

MALUKU TENGGARA – Kabar duka sekaligus mengejutkan datang dari Kabupaten Maluku Tenggara. Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora (59), atau yang lebih dikenal dengan nama Nus Kei, tewas setelah ditikam secara tragis di area Bandara Karel Sadsuitubun, Ibra, pada Minggu (19/4/2026) siang.
Peristiwa ini mengguncang publik setempat mengingat status korban sebagai tokoh politik penting di wilayah tersebut. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan para pelaku tak lama setelah kejadian.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat korban baru saja mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun setelah menempuh perjalanan dari Jakarta. Sekitar pukul 11.25 WIT, saat korban berjalan menuju area parkir atau pintu keluar bandara, para pelaku yang diduga sudah menunggu langsung menghadang dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam secara membabi buta.

Korban yang mengalami luka tusuk serius sempat dilarikan oleh petugas dan kerabat ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, karena luka yang terlalu parah, nyawa Nus Kei tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.

Lokasi Kejadian

Aksi penyerangan ini terjadi di area publik Bandara Karel Sadsuitubun, Desa Ibra, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara. Lokasi tersebut sempat dijaga ketat oleh aparat kepolisian pascakejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Identitas Pelaku

Dalam waktu kurang dari dua jam setelah aksi penikaman, aparat Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara berhasil membekuk dua orang pelaku. Identitas pelaku diketahui berinisial:

1. HR (28 tahun)
2. FU (36 tahun) 

Keduanya ditangkap saat mencoba melarikan diri dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Maluku Tenggara.

Motif Pembunuhan

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pihak kepolisian, motif di balik aksi nekat ini adalah balas dendam. Para pelaku mengaku dendam atas peristiwa tahun 2020 di Jakarta (kasus bentrokan kelompok), di mana salah satu anggota keluarga mereka tewas dalam kejadian yang diduga melibatkan pihak korban.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.

Posting Komentar

0 Komentar