MANADO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mencabut status peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa bumi bermagnitudo 7,6 di perairan Bitung, Sulawesi Utara. Keputusan ini diambil setelah hasil pemantauan alat pengukur pasang surut air laut tidak lagi menunjukkan adanya anomali atau kenaikan muka air yang membahayakan.
Gempa bumi dahsyat tersebut terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pagi hari, berpusat di laut sekitar 129 kilometer arah tenggara Kota Bitung dengan kedalaman 62 kilometer. Kuatnya getaran sempat memicu kepanikan warga di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga Maluku Utara yang langsung berhamburan mencari tempat tinggi.
Sempat Terjadi Tsunami Kecil:
Kepala BMKG dalam konferensi persnya menyampaikan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas deformasi batuan. Akibat pergerakan tersebut, BMKG sempat mengeluarkan status peringatan dini tsunami di beberapa wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
"Berdasarkan hasil observasi dari tide gauge, memang sempat terdeteksi adanya tsunami dengan ketinggian minor di beberapa titik pantai. Namun, gelombang tersebut tidak berkembang menjadi tsunami yang merusak," jelas pihak BMKG.
Kondisi Mulai Kondusif:
Status ancaman tsunami secara resmi dinyatakan berakhir pada pukul 09.56 WIB. Walau situasi sudah mulai kondusif dan masyarakat diizinkan kembali ke rumah masing-masing, BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengimbau warga untuk tidak menurunkan kewaspadaan.
Masyarakat diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan utama guna mengantisipasi runtuhnya struktur bangunan jika terjadi gempa bumi susulan. Pihak berwenang juga meminta publik agar tidak mudah termakan oleh isu atau berita bohong (hoax) yang tersebar di media sosial dan hanya mempercayai pembaruan data dari kanal informasi resmi BMKG maupun pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, tim reaksi cepat BPBD masih terus melakukan asesmen di lapangan guna mendata kerugian materil serta memastikan keselamatan warga di area terdampak.
(Penulis: Admin)

0 Komentar