Akhir Era Legenda Bukit Soeharto: Rest Area Tahu Sumedang KM 50 Tutup Imbas Masuk Kawasan IKN, Kini Relokasi ke KM 38

Source YouTube: Endro S Efendi

KUTAI KARTANEGARA — Bagi warga Kalimantan Timur, khususnya yang sering melintasi jalur darat Samarinda-Balikpapan di masa lampau, rest area Tahu Sumedang di KM 50 Bukit Soeharto bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan sebuah legenda. Namun, seiring dengan masifnya pembangunan dan perubahan tata ruang daerah, tempat persinggahan ikonik tersebut kini resmi ditutup dan tinggal kenangan.

Berdasarkan pantauan terkini pada April 2026, kondisi bangunan Tahu Sumedang yang dulu tak pernah sepi dari antrean kendaraan—mulai dari motor, mobil pribadi, hingga truk—itu kini terpantau sangat sunyi. Area restoran tampak sudah dipagari sepenuhnya.

Meredupnya pamor jalur arteri Bukit Soeharto sebenarnya sudah mulai terasa sejak beroperasinya Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang menawarkan waktu tempuh jauh lebih efisien. Namun, alasan utama penutupan permanen rest area di KM 50 ini disinyalir kuat berkaitan dengan status lahan. Kawasan tersebut kini telah terintegrasi dan masuk ke dalam wilayah tata ruang Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di lokasi bekas restoran yang kini dipagari tersebut, bahkan sempat terlihat coretan bernada protes bertuliskan "kami tidak setuju penutupan", menyiratkan adanya pihak yang menyayangkan berakhirnya operasional tempat ikonik ini.

Meski lokasi legendaris di KM 50 telah ditutup, para pelanggan setia tidak perlu sepenuhnya kecewa. Restoran Tahu Sumedang dikabarkan telah direlokasi dan kembali beroperasi di KM 38, berdekatan dengan akses arah pintu masuk jalan tol.
Di lokasi yang baru ini, para pelancong tetap bisa bernostalgia memanjakan lidah dengan ragam menu andalan favorit pelintas antar kota, mulai dari tahu sumedang yang renyah (crispy), sop buntut yang kaya rempah, hingga camilan unik nanas goreng tepung yang manis dan gurih.

Penutupan rest area KM 50 menjadi potret nyata dari pesatnya roda pembangunan di daratan Kalimantan Timur. Kehadiran IKN dan jalan tol memang membawa wajah infrastruktur yang lebih modern, namun kenangan melepas penat di tengah rindangnya pepohonan Bukit Soeharto akan tetap memiliki tempat istimewa di ingatan masyarakat lokal.

Posting Komentar

0 Komentar