Prabowo Tinjau Korban KA Argo Bromo Anggrek, Instruksikan Perbaikan 1.800 Perlintasan Kereta

Source: Sekretariat Presiden

BEKASI – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke RSUD Bekasi pada Selasa (28/4/2026) pagi, sekitar pukul 08:39 WIB, untuk menjenguk para korban kecelakaan kereta api KA Argo Bromo Anggrek. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara menegaskan langkah serius pemerintah untuk membenahi infrastruktur perlintasan kereta api di seluruh Indonesia.

Source: Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Source: Sekretariat Presiden

"Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana," ujar Presiden di hadapan awak media.

Menanggapi masalah perlintasan sebidang yang menjadi titik rawan kecelakaan, Presiden mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan di Pulau Jawa yang masih tidak terjaga. Beliau menginstruksikan perbaikan segera, baik melalui pembangunan pos jaga maupun pembangunan jalan layang (flyover).

Untuk mendukung langkah ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran yang cukup besar demi menjamin keselamatan transportasi publik.

  • Pembangunan Flyover Bekasi: Presiden secara khusus menyetujui usulan Pemerintah Daerah Bekasi untuk membangun flyover guna menghindari kepadatan di perlintasan sebidang.
  • Alokasi Dana Nasional: Total anggaran yang diperkirakan mencapai hampir Rp4 triliun akan dikucurkan untuk pembenahan perlintasan kereta api secara nasional.
  • Target Perbaikan: Fokus utama adalah pada perlintasan yang sudah berusia puluhan tahun dan tidak memiliki pengamanan memadai.
Berdasarkan data yang diterima, total terdapat sekitar 60 korban yang terdampak, dengan 54 di antaranya telah mendapatkan penanganan medis intensif. Presiden memastikan bahwa sebagian korban dengan luka ringan telah diperbolehkan pulang, sementara yang lainnya sedang dalam perawatan terbaik.

Pemerintah juga memberikan jaminan bahwa seluruh korban akan menerima kompensasi sebagai bentuk tanggung jawab negara.

"Semuanya sudah ditangani dengan baik, sebagian sudah diurus. Untuk kompensasi, semuanya pasti ada," pungkas Presiden sebelum meninggalkan lokasi.

Posting Komentar

0 Komentar