Source: iNews/GTV
MALANG – Sebuah peristiwa mengejutkan mengguncang warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Sebuah pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia berakhir di kantor polisi setelah identitas mempelai pria terbongkar. Sang suami yang baru saja menikahi seorang wanita bernama Intan Angriani, ternyata adalah seorang perempuan yang menyamar.
Kasus ini mulai mencuat ke publik setelah korban, Intan Angriani, melaporkan pasangan yang baru dinikahinya ke pihak berwajib. Kecurigaan baru muncul saat malam pertama pernikahan. Intan terkejut luar biasa ketika mendapati bahwa sosok yang sah menjadi suaminya tersebut tidak memiliki identitas fisik sebagai laki-laki.
Merasa dikhianati dan ditipu secara lahir batin, Intan beserta keluarganya langsung mengambil langkah hukum untuk menuntut pertanggungjawaban pelaku.
Menurut keterangan korban, pelaku sangat mahir dalam menyembunyikan identitas aslinya. Selama masa perkenalan hingga prosesi pernikahan, tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang menunjukkan bahwa pelaku adalah seorang perempuan.
• Penampilan Fisik: Pelaku disebut memiliki postur tubuh yang tegap menyerupai laki-laki.
• Suara: Suara pelaku terdengar berat (bass), sehingga meyakinkan pihak keluarga korban.
• Latar Belakang Palsu: Untuk memikat hati korban, pelaku mengaku sebagai anak dari salah satu anggota DPR di Makassar. Hal ini diduga dilakukan untuk memberikan kesan status sosial yang tinggi dan memperlancar rencana penipuannya.
"Sama sekali tidak kelihatan tanda-tanda dia perempuan. Postur tubuh dan suaranya seperti laki-laki pada umumnya," ujar Intan saat memberikan keterangan.
Keluarga Intan menyatakan tidak terima dengan tindakan pelaku yang telah memalsukan identitas demi melangsungkan pernikahan. Selain merasa malu secara sosial, mereka juga merasa harga diri keluarga telah diinjak-injak.
Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian dengan dugaan pemalsuan identitas. Keluarga berharap petugas segera mengamankan pelaku agar tidak ada korban-korban lain yang terjebak dalam modus serupa.
Pihak kepolisian setempat kini tengah mendalami berkas laporan dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung, termasuk dokumen kependudukan yang digunakan pelaku saat mendaftarkan pernikahan tersebut.

0 Komentar