ATLANTA – Langkah Argentina di Piala Dunia 2026 nyaris terhenti di babak 16 besar sebelum akhirnya mencatatkan comeback epik 3-2 atas Mesir di Stadion Mercedes-Benz [AlJazeera].
Sempat tertinggal dua gol, sang juara bertahan bangkit di 11 menit terakhir untuk menyegel tiket ke perempat final. Laga ini pun diwarnai drama kegagalan penalti Lionel Messi, pembatalan gol oleh VAR, hingga protes keras dari kubu Mesir setelah peluit panjang berbunyi.
Kejutan Mesir dan Sialnya Messi
Sejak sepak mula, Mesir yang tidak diunggulkan tampil tanpa beban dan disiplin tinggi. Hasilnya terlihat pada menit ke-15 ketika bek Yasser Ibrahim membobol gawang Argentina lewat sundulan mematikan [AlJazeera].
Hanya berselang lima menit, Argentina mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan lewat titik putih. Sial bagi Albiceleste, eksekusi penalti Lionel Messi berhasil dibaca dengan sempurna oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir [AlJazeera]. Skor 1-0 untuk keunggulan The Pharaohs bertahan hingga turun minum.
Drama VAR dan Gol Mostafa Ziko
Memasuki babak kedua, laga berjalan semakin memanas. Mesir sempat merayakan gol kedua mereka pada menit ke-59 [Stekom]. Namun, setelah meninjau monitor Video Assistant Referee (VAR), wasit François Letexier menganulir gol tersebut karena adanya pelanggaran terhadap bek Argentina, Lisandro Martínez, dalam proses serangan balik [Stekom].
Mesir tidak patah arang. Pada menit ke-67, Mostafa Ziko benar-benar menggandakan keunggulan Mesir menjadi 2-0 setelah menuntaskan umpan matang Haissem Hassan [AlJazeera]. Publik Atlanta pun terhenyak melihat sang juara bertahan berada di ujung tanduk.
11 Menit Kebangkitan Sang Juara
Ketika laga tampak akan dimenangi oleh Mesir, mental juara Argentina berbicara di sepertiga akhir babak kedua.
- Menit 79: Cristian Romero memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui sundulan terukur [AlJazeera].
- Menit 83: Lionel Messi membayar lunas kegagalan penaltinya dengan mencetak gol penyama kedudukan lewat tendangan keras di dalam kotak penalti [AlJazeera, YouTube]. Gol ini sekaligus mengukuhkan Messi di puncak top skor sementara turnamen dengan 8 gol [YouTube].
- Menit 90+2: Di masa injury time, Enzo Fernández menjadi pahlawan kemenangan setelah sundulannya yang memanfaatkan umpan Lautaro Martínez merobek jala Mesir, mengubah skor menjadi 3-2 [AlJazeera].
Protes Keras Mesir Pasca-Laga
Kemenangan dramatis Argentina menyisakan kekecewaan mendalam bagi skuad Mesir. Pelatih Hossam Hassan mengkritik keras kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan timnya, terutama karena mengabaikan dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah di kotak penalti Argentina sebelum proses gol Enzo Fernández terjadi [NU Online]. Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) dikabarkan telah melayangkan protes resmi kepada FIFA terkait kepemimpinan wasit di laga ini [Bola].
Dengan hasil ini, Argentina resmi melaju ke babak perempat final dan dijadwalkan akan menantang Swiss pada Minggu, 12 Juli 2026.

0 Komentar