PARIS – Sebuah era keemasan dalam sejarah sepak bola Prancis resmi berakhir. Setelah 14 tahun mengabdi di kursi kepelatihan, Didier Deschamps memutuskan untuk menyudahi masa baktinya sebagai pelatih kepala Les Bleus tepat setelah berakhirnya kompetisi Piala Dunia 2026.
Sejak ditunjuk pada Juli 2012, pria berusia 57 tahun ini tidak hanya menjadi pelatih dengan masa jabatan terlama bagi Prancis, tetapi juga mengukuhkan dirinya sebagai salah satu ahli taktik paling sukses di panggung internasional modern.
Rekor Fantastis Sepanjang Karier
Di bawah komando Deschamps, Prancis menjelma menjadi kekuatan sepak bola yang sangat ditakuti dan konsisten di dunia. Selama hampir satu setengah dekade, ia memimpin Les Bleus dalam 183 pertandingan, mencatatkan 120 kemenangan, 35 hasil imbang, dan hanya menelan 28 kekalahan. Rasio kemenangannya yang menyentuh angka 65,6% menjadi bukti dominasi nyata taktiknya.
Catatan tersebut sekaligus menempatkan Deschamps di puncak sejarah sepak bola Prancis sebagai manajer dengan jumlah pertandingan sekaligus kemenangan terbanyak, melampaui seluruh pendahulunya.
Empat Final dan Trofi Emas
Warisan terbesar Deschamps adalah mentalitas juara yang ia suntikkan ke dalam tim. Ia berhasil membawa Prancis menembus empat babak final di turnamen mayor:
- Juara Piala Dunia 2018 di Rusia, mengembalikan kejayaan Prancis setelah 20 tahun.
- Juara UEFA Nations League 2021.
- Runner-up Euro 2016 dan Runner-up Piala Dunia 2022 di Qatar melalui laga final paling dramatis sepanjang sejarah melawan Argentina.
Pada turnamen terakhirnya di Piala Dunia 2026, Deschamps berhasil membawa skuad asuhannya finis sebagai semifinalis dan menempati peringkat ke-4 setelah melakoni laga sengit melawan Inggris di perebutan medali perunggu.
Menulis Ulang Sejarah Dunia
Selain menyumbangkan trofi, Deschamps juga mengukir namanya dalam buku rekor dunia. Ia resmi menjadi pelatih dengan kemenangan terbanyak di putaran final Piala Dunia (20 kemenangan) dan memegang rekor pendampingan laga terbanyak di Piala Dunia dengan 26 pertandingan, melampaui rekor legendaris milik Helmut Schön (25 laga).
Ia juga masuk ke dalam lingkaran elite sepak bola sebagai salah satu dari sedikit manusia yang mampu mengangkat trofi Piala Dunia sebagai kapten tim (1998) sekaligus sebagai pelatih (2018).
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menyampaikan apresiasi terdalam atas dedikasi tanpa batas yang telah diberikan Deschamps. Kini, publik sepak bola dunia menanti siapa sosok yang mampu mengemban tugas berat untuk meneruskan warisan raksasa yang ditinggalkan oleh sang legenda.

0 Komentar