Bastianini Sebut Ada yang "Tidak Beres" Jika Ducati Tanpa Pembalap Italia di MotoGP 2027

Mantan pembalap tim pabrikan Ducati yang kini membela KTM Tech 3 Racing, Enea Bastianini, melontarkan kritik tajam terkait pergeseran filosofi yang terjadi di dalam manajemen Ducati Corse. Pembalap berjuluk The Beast tersebut menilai ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya jika tim sebesar Ducati sampai tidak memiliki satu pun pembalap asal Italia dalam susunan tim utama mereka untuk musim 2027.
Komentar pedas ini muncul menyusul dinamika panas bursa transfer MotoGP. Gelombang kepindahan para pembalap top Italia, termasuk keputusan mengejutkan Francesco Bagnaia yang memilih hengkang ke Aprilia untuk musim depan, membuat kursi tim utama Ducati berpotensi besar lowong dari talenta lokal.
Perubahan Filosofi Radikal di Internal Ducati
Menurut Bastianini, arah kebijakan pabrikan yang berbasis di Borgo Panigale tersebut sudah mulai bergeser secara drastis sejak tahun 2024. Ducati dinilai sengaja meninggalkan proyek jangka panjang yang selama ini memprioritaskan pembalap-pembalap domestik demi mengejar strategi instan lainnya.
"Pada tahun 2024, Ducati telah mengambil keputusan sendiri, meninggalkan satu proyek untuk mengejar proyek lainnya," ujar Bastianini dalam wawancara eksklusif yang dilansir dari GPOne. "Dulu ada banyak pembalap Italia di lingkungan Ducati, termasuk saya, jadi saya kira di balik itu ada strategi yang sangat jelas. Saya sudah menyadari bahwa akan ada perubahan."
Sinyal Keraguan di Mata Publik
Absennya pembalap Italia di dalam tim yang identik dengan warna merah kebanggaan publik Italia dipandang sebagai anomali besar. Meskipun enggan menghakimi lebih jauh karena keputusan mutlak berada di bawah wewenang manajemen pusat, Bastianini menyiratkan bahwa situasi ini memicu tanda tanya besar terkait nasionalisme dan komitmen budaya tim.
Di sisi lain, perombakan bangku pembalap ini memicu perdebatan sengit di kalangan pencinta balap global. Sebagian pihak menilai langkah Ducati wajar sebagai bentuk profesionalisme tim untuk berburu pembalap paling kompetitif tanpa memandang paspor, mirip dengan strategi yang diterapkan oleh pabrikan Jepang seperti Honda maupun Yamaha. Namun bagi publik Italia, hilangnya identitas lokal di atas motor Desmosedici tetap menjadi keputusan yang sulit diterima.

Posting Komentar

0 Komentar